Kamis, 28 November 2013

Contoh Kasus Tidak Beretika (2)

CONTOH KASUS

            Puluhan masyarakat yang tergabung dalam forum masyarakat Tapanuli Selatan (Formata), menggelar aksi teatritrikal di depan kantor kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hal ini berkaitan dengan buangan limbah tambang emas PT.AR sudah mencemari daerah aliran sungai Batangtoru. Mereka mendesak Kementerian ESDM mencabut izin tambang emas PT.AR.
            Sebelumnya pada 23 September 2012 lalu, telah ditandatangani nota kesepahaman bersama antara pihak perusahaan dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satu poinnya mensyarakatkan PT.AR berkewajiban membangun pipa pembuangan limbah ke desa Bongal, muara Opo, agar limbah dapat dibuang ke laut.
            Puluhan ribu masyarakat di dua kecamatan daerah aliran sungai akan terkena imbas limbah tersebut. Mengingat, mayoritas masyrakat di tiga kecamatan batangtoru memanfaatkan sungai tersebut guna kebutuhan hidup. Dasar sungai pun telah dipenuhi lumpur hitam.
            Menurut warga, sejak beroperasinya tambang emas PT.AR ini, sudah acapkali terjadi bentrok antara warga masyarakat dengan aparat keamanan yang notabene membentengi perusahaan tambang milik asing ini.
            Ironisnya, masyarakat yang menolak mendapat kecaman dari pemerintah kabupaten dan penangkapan bagi warga yang melakukan protes atas kebijakan yang dibuat. Alhasil, warga masyarakat sebagai pemilik tanah ulayat dari leluhurnya akhirnya tidak berdaya.

ANALISIS

            Dari kasus diatas dapat dilihat bahwa msyarakat Tapanuli selatan dirugikan dengan adanya buangan limbah PT.AR ke sungai. Hal ini berkaitan dengan produksi yang dihasilkan PT tersebut. Seharusnya PT.AR memenuhi janji mereka yang telah disepakati yaitu membuat pipa pembuangan limbah ke desa Bongal, muara Opo, agar limbah dapat dibuang ke laut.
            Pemerintah kabupaten pun seharusnya dapat mendengarkan keluhan warga mereka dan dapat bertindak dengan seharusnya. Agar tidak ada yang dirugikan dalam masalah ini dan bisa saling berintrospeksi. Suatu bisnis atau usaha tidak seharusnya hanya memikirkan keuntungan semata, tetapi juga harus memperhatikan etika dalam bisnis tersebut.

REFERENSI:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar